Kemeriahan Toba Cross Run, Padukan Olahraga dengan Atraksi Budaya


 

Kompetisi lari jarak jauh Toba Cross Run 2017 meriah digelar dengan paduan atraksi budaya, mulai dari Race Pack Collection di Halaman Gereja HKBP Balige, Welcoming Ceremony di pantai Lumban Bul-Bul kemarin (27 Oktober 2017) dan puncak kemeriahan di lokasi finish, Taman Wisata Sipinsur, 28 Oktober 2017. Kompetisi lintas tiga Kabupaten ini (Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Humbang Hasundutan) diikuti lebih dari 700 peserta lari tingkat internasional dan Nasional, juga lokal.

 

 

Puncak kemeriahan di garis Finish Sipinsur dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, MPA, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi,  beserta Wakil Gubernur,  Nurhajizah Marpaung , Wakasad TNI, Hinsa Siburian, Kapolda Sumut, Irjenpol  Paulus Waterpaw.  Selaku tuan rumah,  Bupati Toba Samosir,  Darwin Siagian, bersama  Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan, serta Bupati Humbang Hasundutan,  Dosmar Banjarnahor, serta Ketua DPRD Humbang Hasundutan, Manaek Hutasoit, Amd, Sekretaris Daerah Hubmang Hasundutan, Saul Situmorang, SE, M.Si beserta sejumlah SKPD Pemkab Humbahas juga ikut mendukung dan hadir dalam kegiatan ini.

 

Pada kesempatan itu juga mantan wakasad TNI, Letjen TNI (Purn) Cornel Simbolon, Pengacara kondang yang juga anggota DPR RI, Ruhut Sitompul dan tokoh masyarakat Sumut, Sanggam Bakara.

“Kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara kita untuk mendatangkan turis dan wisatawan ke Danau Toba. Kami berharap Toba Cross Run bisa berlangsung setiap tahun, dan akan kami jadwalkan untuk promosi wisata Danau Toba sehingga semakin banyak wisatawan yang datang merasakan dan melihat keindahan Danau Toba” tutur Bapak Tengku Erry Nuradi.

Toba cross run, inisiasi dari Komunitas Horas Halak Hita (H3) menyelenggarakan tiga kategori lari dengan jarak 5K, 25K, dan yang terjauh 55K. Kegiatan sport tourism ini memadupadankan pesona dari Danau Toba,  danau kaldera terbesar di dunia, dengan atmosfernya untuk menyelesaikan garis finish ditengah udara yang cukup dingin dan sejuk dengan tingkat elevasi lintasan yang cukup menantang. Keunikan lainnya dari Toba Cross Run, ketiga kategori tersebut memiliki titik start yang berbeda-beda dengan finish disatu tempat, yaitu Taman Wisata Sipinsur. Pemandangan Danau Toba, keasrian dan kesejukan pedesaan dipinggirannya menjadi fokus utama yang ingin ditunjukan Komunitas H3 kepada dunia melalui Toba Cross Run.

 

Sejauh 55K, peserta melintasi rute start di Balige melewati Meat, hutaginjang, silangit, hingga ke Sipinsur dengan waktu perkiraan 10 jam di garis Finish. Sedangkan 25K memulai start dari Dolok Martumbur melintas hingga ke sipinsur. Kategori 5K melintas mengelilingi  sipinsur dan finish di taman wisata Sipinsur.

 

Samson Karega Kamau, salah satu peserta kategori 25K dari Kenya mengaku sangat menikmati kompetisi ini, baik dari rute lintasan dan pemandamgannya.  “This is my first time visiting Danau Toba. The view is so beautiful. I really enjoyed the track and the view. and i will try the 55K if toba cross run would be held next year.”

Lokasi finish Taman Wisata Sipinsur dimeriahkan dengan penampilan tarian tortor, Memori Trio, musik gondang khas Sumatera Utara menghibur seluruh peserta, serta ada acara adat penyambutan dan pemberian baju adat (ulos) kepada beberapa pejabat yang hadir. Dengan total hadiah sebesar 82juta rupiah, Toba Cross Run seri pertama sukses diselenggarakan.

Dalam sambutannya, Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan menyampaikan Terimakasih penyambutan Bapak , ibu sekalian. Danau toba ini progresnya tourist destination, dan diharapkan akan  berkembang ke depan.

 

Luhut juga berpesan agar rakyat Humbang Hasundutan bersatu mendukung pemerintah  “contoh seperti di Humbang Hasundutan, bupatinya ini terus menerus datang dan tidak bosan-bosannya bekerja, untuk memakmurkan rakyatnya, itu akan kita lihat daerah ini nanti makin maju. Tetapi rakyatnya pun harus membantu , supaya pekerjaan itu bisa jalan, jangan ribut,  jangan” masih masitugan-tuganan”, kita semua harus bekerja keras.” Himbau anak Bonar Panjaitan (alm).

Usai kegiatan, Ketua Horas Halak Hita (H3) Dumoli Pardede kepada media menyampaikan Toba Cross Run ini merupakan maraton tertinggi 5 besar di dunia dengan ketinggian 1200 – 1500 dpl. Toba cross ini diikuti 400 atlet nasional sisanya internasional 75 atlet dan sisanya dari daerah, atlet Sumatera Utara. Direncanakan untuk tahun depan kita akan laksanakan iven yang sama dengan mengikut sertakan atlet 3000 orang, ini  sudah sepakat dengan bupati Tapanuli Utara, bupati Humbang Hasundutan, Bupati Toba Samosir .

Sementara itu Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan menyampaikan terimakasih kepada H3 yang menyelenggarakan kegiatan ini. Kita akan bekerjasama dengan pemerintah daerahdi kawasan tapanuli dan Dinas Pariwisata untuk mendukung pelaksanaan Toba Cross Run 2018.

Hal senada disampaikan Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor, SE bahwa sangat berbangga hati karena Sipincur menjadi Star dan Finisnya Lomba Lari 5 km dalam Toba Cros Run ini. Terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi karena telah membuat kawasan danau toba menjadi Pariwisata terbaru di Indonesia, untuk ke depan bisa mengimbangi Bali. Toba Cros Run kategori 55 km putra tampil sebagai juara pertama pelari lokal dari Medan, Lorenzo Sinaga, 55 km putri, Marta F. Kategori 25 km putra juara pertama dimenangkan pelari kenya, Samson Karega Kamau, 25 km putri Pretty Sihite, dan kategori 5 km sebagai juara pertama putra, Udin Akbar dan putri Agnes Samosir. (rel/ ST/ Kominfo)