Seminar Hasil Survei Penyelenggaraan Studi EHRA di Humbang Hasundutan


Wakil Bupati Humbahas Saut Parlindungan Simamora buka acara seminar hasil survei penyelenggaraan studi EHRA (Environmental Health Risk Assessment) atau disebut dengan analisis resiko kesehatan lingkungan di Kabupaten Humbang Hasundutan tahun 2017 bertemopat di Aula Huta Mas Doloksanggul, Rabu (20/9). Seminar itu dihadiri Kadis Kesehatan Humbahas dr Budiman Simanjuntak M.Kes, para Camat dan Kepala Desa. EHRA merupakan sebuah studi atau penelitian yang bersifat terapan. EHRA merupakan studi penilaian resiko kesehatan karena lingkungan.

Wakil Bupati Humbahas mengatakan studi EHRA ini adalah survei partisipatif di kabupaten untuk memahami kondisi fasilitas dan hygienitas serta perilaku-perilaku masyarakat pada skala rumah tangga yang merupakan gambaran kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat. Studi ini dilaksanakan di 15 desa yang berada di Kabupaten Humbang Hasundutan. Data yang dihasilkan dimanfaatkan untuk pengembangan sanitasi termasuk advokasi di kabupaten sampai dengan desa/kelurahan yang akan digunakan pokja sanitasi kabupaten sebagai salah satu bahan untuk menyusun buku putih sanitasi dan strategi sanitasi kabupaten.

Secara substansi, hasil studi EHRA memberi data ilmiah dan faktual tentang ketersediaan layanan sanitasi di tingkat rumah tangga dalam skala kabupaten.  Subsektor sanitasi yang menjadi objek studi meliputi limbah cair domestik, limbah padat atau sampah dan drainase lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat termasuk praktek cuci tangan pakai sabun. Ini merupakan lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat yang dikembangkan Kementerian Kesehatan RI.

Pelaksanaan kegiatan itu memaparkan hasil survei penyelenggaraan studi EHRA yang merupakan salah satu dari beberapa studi primer yang harus dilakukan kelompok kerja sanitasi.  Hasil studi EHRA secara singkat antara lain, sampah berserakan 56,7%, memiliki jamban pribadi 84,8 % yang dilengkapi tangki septic 70,2%.  Rumah tangga memiliki saluran air limbah 61,2 %. Rumah tangga menggunakan air ledeng PDAM untuk memasak 33,5%. Responden yang melakukan praktek cuci tangan pakai sabun sebelum makan 47,5% dan setelah buang air besar 46,2%.

Wakil Bupati Humbahas mengharapkan agar peserta  berperan aktif memberikan masukan dan saran yang membangun dalam penyempurnaan laporan akhir untuk digunakan dalam penyusunan buku putih.  (rhs)